Kabar Fraksi

Anak NKRI Demo, F-PKS Kompak Tolak RUU HIP

Aliansi Nasional Anti Komunis Negara Kesatuan Republik Indonesia (Anak NKRI) Kabupaten Sumedang hari ini, Minggu 12 Juli 2020, menggelar demonstrasi secara besar-besaran dengan agenda menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Demo yang di ikuti oleh gabungan puluhan Ormas yang berbeda ini mendatangi Gedung DPRD Sumedang kemudian konvoi ke Bunderan Alam Sari.

Sama halnya dengan pengunjuk rasa, Fraksi FKS juga kompak menolak RUU HIP. Hal itu dapat dilihat dari orasi ketua Fraksi PKS DPRD Sumedang, Dadang Sopian Syauri, saat menerima pendemo.

“Kita kompak, semua Anggota F-PKS bersama-sama puluhan Ormas yang ada di Sumedang yang tergabung dalam Anak NKRI menolak RUU HIP,” kata Dadang Sopian Syauri.

Menurutnya Pancasila sudah final, jangan diperdebatkan lagi. Terakhir kali Pancasila diperdebatkan sebagai dasar negara adalah di masa transisi RIS (Republik Indonesia Serikat) ke NKRI.

“Pada saat itu, para tokoh pendiri bangsa berdebat di parlemen menentukan dasar negara, Pancasila 18 Agustus apa Piagam Djakarta yang mau dipakai,” tambahnya.

Tapi, kata Dadang, kesimpulannya terbit dekrit presiden 5 Juli 1959 yang menyebut kan konstitusi negara kembali pada UUD ’45 18 Agustus yang dijiwai Piagam Djakarta.

“Jadi sudah itu yang masih berlaku sampai sekarang jangan ada tafsiran-tafsiran lain, apalagi dibuatkan RUU nya yang justru bertolak belakang dengan Pancasila itu sendiri,” pungkasnya.

Dari perwakilan perempuan, tampil Ely Walimah, Anggota Dewan perempuan dari F-PKS, yang sama berorasi di depan Gedung DPRD Sumedang.

Menurut Ely, perempuan berperan melahirkan generasi peradaban yang membentuk dan mendidik ketauhidan dan kebenaran di rumah. Namun ketika keluar ideologi yang akan merusak generasi bangsa dengan cara masuk kedalam RUU yang akan disahkan, maka wajib ditolak.

“Makanya kami perempuan Parlemen PKS Nusantara (seluruh Indonesia) menolak RUU ini,” kata Ely.

Selengkapnya
Back to top button